KISAH CHAIRUL TANJUNG
Alasan saya memilih kisah Chairul Tanjung yaitu saya tertarik dengan julukan yang melekat di nama besar beliau yaitu "Si anak singkong" karena sangat jarang sekali figur enterpreneur di Indonesia yang memiliki nama julukan, sekalipun ada itu tidak sebesar nama julukan Chairul Tanjung oleh karena itulah saya yang membuat saya lebih bersemangat untuk membaca kisah beliau
Nama Chairul Tanjung tentunya sudah tidak asing lagi ditelinga masyarakat Indonesia, khususnya dikalangan pebisnis. Beliau merupakan salah satu pebisnis tersukses di Indonesia saat ini.
Kesuksesan yang didapatkan oleh Chairul Tanjung ternyata melalui perjuangan dan kerja keras selama bertahun-tahun. Oleh karena itu, sosok Chairul Tanjung (CT) dijadikan panutan oleh banyak pelaku bisnis muda di Indonesia. Lalu, seperti apa kisah sukses atau perjalanan hidup Chairul Tanjung sebenarnya? Berikut ulasannya
Bahkan, pada masa orde baru ayahnya tidak lagi bekerja sebagai jurnalis diperusahaan koran tersebut, karena perusahaan tempat ayahnya bekerja tersebut ditutup oleh pemerintah. Dikarenakan tidak ada penghasilan Ayahnya terpaksa menjual rumahnya dan tinggal di losmen kecil.
Kehidupan yang sangat sederhana tidak membuat chairul tanjung putus asa. Beliau tetap berusaha untuk menempuh pendidikan dengan baik. Chairul mengenyam pendidikan SD dan SMP Van Lith di wilayah Gunung Sahari.
Pada 1981 beliau melanjutkan pendidikan di SMA Negeri 1 Jakarta atau yang biasa dikenal dengan SMA Boedi Oetomo di Jakarta Pusat. Setelah menyelesaikan pendidikan SMA, Chairul langsung melanjutkan pendidikan ke jenjang Universitas dengan mengambil Jurusan Kedokteran Gigi di Universitas Indonesia dan lulus pada 1987.
Pada masa kuliahnya, beliau sudah mencoba menjalankan bisnis kecil-kecilan dengan jualan buku-buku kuliah, baju kaos dan fotokopy. Dengan semangat yang tinggi, chairul tanjung akhirnya memperoleh predikat Mahasiswa Teladan Tingkat Nasional untuk periode 1984 – 1985.
Namun, kegagalan tersebut tidak membuat beliau putus asa. Chairul Tanjung (CT) mulai bangkit memulai usaha bersama 3 temanya di bidang ekspor sepatu anak-anak dengan membuat perusahan bernama PT Pariarti Shindutama.
Dengan modal awal 150 juta rupiah usaha tersebut terbilang sukses dan langsung mendapat orderan dari Italia dalam jumlah besar. Meskipun usaha tersebut terbilang sukses, nyatanya Chairul Tanjung (CT) tetap ingin membangun usaha secara mandiri.
Pada akhirnya Chairul Tanjung (CT) memutuskan untuk berpisah dengan ketiga temannya dan membangun usaha secara mandiri.
Pada 1 Desember 2011 berubah nama menjadi CT Corp yang dikenal hingga saat sekarang. CT Corp sendiri terdiri dari 3 Perusahaan anak, yaitu Mega Corp, CT Global Resources, dan Trans Corp atau Trans TV.
Chairul Tanjung (CT) mulai berusaha memusatkan bisnisnya pada 3 sektor, yaitu keuangan (finansial), multimedia dan properti.
Untuk mengorganisir disektor keuangan, Chairul memiliki anak perusahaan bernama “Para Global Investindo”. Disektor multimedia dan investasi, Chairul Tanjung (CT) mendirikan “Para Inti Investindo”, dan “Para Inti Propertindo” disektor properti.
Chairul sebenarnya lebih gemar melakukan akuisisi terhadap perusahaan-perusahaan lain dalam perjalanan bisnisnya dibanding membangunnya dari awal. Salah satu akuisisi yang paling terkenal yaitu“Bank Karman”, berubah nama menjadi “Bank Mega”. Selain mengakusisi “Bank Karman”, Chairul juga membeli sebagian besar saham dari “Carefour Indonesia” sebesar 40% melalui perusahaannya yang bernama Trans Corp.
Seiring perjalanan waktu, Trans TV terus berkembang. Awalnya melakukan siaran uji coba pada bulan tahun 2001, yang berlangsung hanya selama 12 jam saja. Kemudian, waktu siaran dari Trans TV pun bertambah menjadi sekitar 20 jam dalam satu hari. Dan mencapai puncak kesuksesanya pada tahun 2008.
Tidak puas dengan satu chanel televisi saja , Chairul kemudian mengambil alih saluran TV7 milik Kompas dan merubah namanya menjadi Trans7.
Komentar
Posting Komentar